No announcement available or all announcement expired.

Partisipasi Publik Turut Mendukung Program WBK dan WBBM Ditjen PHU

Partisipasi Publik Turut Mendukung Program WBK dan WBBM Ditjen PHU. Sumber: http://haji.kemenag.go.id Pembenahan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2015 terus dilakukan mengingat masa penyelenggaraan sudah mulai dekat. Terkait hal tersebut banyak juga pertanyaan dan informasi publik terkait pelunasan haji reguler, informasi yang diperoleh diduga berpotensi adanya pihak yang mengambil keuntungan atas ketidaktahuan publik. Informasi tersebut dikelola menjadi aktivasi preventif dan edukasi untuk disampaikan kepada publik oleh Tim Pengelola Informasi Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU). Tim Pengelola, Sabtu (07/03) mempublikasikannya melalui Page Group Faceebook informasi.haji dengan hasil jangkauan lebih dari 7,224 people reached dan 118 share. Dengan capaian jangkauan dimaksud, diharapkan terus akan meningkat dengan dukungan publik untuk terus melakukan share informasi haji.
Adapun hal yang dipublikasikan adalah terkait pendaftaran haji regular, yaitu:

1. Buka tabungan di Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) minimal 25 juta;
2. Bawa buku tabungan ke Kankemenag Kab./Kota domisili;
3. Bawa beberapa syarat antara lain KTP, Surat Keterangan Sehat, Pas Foto;
4. Sampai di Kankemenag daftar dengan mengisi Surat Permohonan Pergi Haji (SPPH);
5. Setelah itu SPPH bawa ke BPS-BPIH;
6. Sampai di BPS-BPIH serahkan SPPH dan BPS-BPIH akan mendebet rekening yang 25 juta tersebut;
7. Selanjutnya BPS-BPIH akan memberikan hari itu juga printout bukti setoran awal 25 juta yang di dalamnya ada Nomor Porsi;
8. Setelah itu printout itu bawa ke Kankemenag kembali untuk registrasi;
9. Selanjutnya esok hari lihat di www.haji.kemenag.go.iddengan memasukkan Nomor Porsi untuk melihat tahun keberangkatan;
10. Jika error hubungi bagian Pendaftaran Haji Kemenag Pusat 021-34833924.
11. Besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) akan diterbitkan melalui Keputusan Presiden tentang BPIH, setelah hasil pembahasan BPIH dimaksud sudah disahkan oleh DPR.
12. BPIH tersebut akan diumumkan keseluruh media cetak, elektronik, TV, media online dan radio, juga melalui Surat Edaran dari Kemenag Pusat ke seluruh Kemenag Provinsi, Kab./Kota.
13. Nama-nama jemaah haji yang berhak melunasi akan diumumkan di www.haji.kemenag.go.id, dan diteruskan juga oleh Kemenag Provinsi, Kab./kota dengan dasar data dari website dimaksud.
14. Setelah diumumkan, maka jemaah yang namanya masuk dalam pengumuman segera mendatangi BPS-BPIH dan berkoordinasi dengan Kemenag Kab./Kota untuk melakukan pelunasan yang besarannya mengacu kepada Keputusan Presiden.

Itulah prosesnya, disampaikan juga bahwa terdapat 3 elemen yang terlibat secara resmi dan sah dalam pendaftaran dan pelunasan haji, yaitu: 1. Calon Jemaah haji langsung, 2. Kemenag Kab./Kota, 3. Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH). Jika ada calon jemaah haji yang melakukan proses di luar dari hal yang disampaikan, maka berpotensi penipuan ataupun berpotensi akan membayar melebihi besaran biaya yang sudah ditetapkan secara resmi.

Dihimbau kepada publik, apabila ada yang dianggap berpotensi merugikan, maka segera berkoordinasi dengan Kemenag Kab./Kota dan Polri setempat agar dilakukan tindakan dengan membawa alat bukti.
Atas partisipasinya untuk turut menyebarkan informasi tentang perhajian, Tim Pengelola Informasi Ditjen PHU mengucapkan terimakasih. Satu informasi yang Anda sebarkan akan turut mendukung Program Kementerian Agama yang sekarang sedang membangun Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Anda juga sebagai agen perubahan untuk transparansi informasi agar menutup celah-celah yang berpotensi merugikan calon Jemaah haji dan publik.

Demikian informasi ini disampaikan untuk melindungi jemaah calon jemaah haji dan publik. (Tim Informasi Haji Ditjen PHU